Sabtu, 10 Juli 2010

sebuah janji

subang, 26 juni 2010

hari itu, sebuah janji terucap


terpancang tidak hanya di mulut, namun di hati


bukan hanya tentang cinta, tapi juga tanggung jawab


janji itu bukan akhir, namun justru awal dari sebuah cerita


isinya nanti tidak hanya tentang suka dan tawa, mungkin dihiasi dengan duka dan tangis


dan kami akan saling mencinta untuk mencinta-Nya




*now i can say, i LOVE you with capital letters, pinky*

cekedot juga yang ini: VIDEO IJABQABUL

how beautiful WE are... :)

Jumat, 16 April 2010

sekedar rangkuman: step by step berurusan dengan balai nikah

sebenernya lagi gak mood nulis, tapi karena khawatir keburu lupa *short term memory lost*, mangkanya saya paksain untuk nulis aja hari ini.

jadi ceritanya, urusan administrasi dengan KUA sudah 99% beres. yahh, cukup melegakan meskipun diakhiri dengan saya yang misuh-misuh karena sistem birokrasi yang menyebabkan saya merasa dirampok *fyuuuuhhh...*

untuk urusan bagaimana mengurus surat numpang nikah *ada istilah yang lebih baku gak sih?* mungkin si brain yang akan lebih berkompeten untuk menjelaskannya. sedangkan saya disini hanya akan menceritakan urut-urutan urusan pendaftaran nikah yang pada umumnya dilaksanakan di wilayah domisili si perempuan. kecuali kalo kedua belah pihak berdomisili di kota/kabupaten yang sama, mungkin pengurusannya bakalan beda lagi *lebih mudah kali ya? biarin si cowok aja yang ngurus, hehehe...*. nah, urut-urutan ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya kemarin, tentunya setelah saya memegang dokumen lengkap dari calon mempelai pria, yaitu 1) surat numpang nikah dari KUA setempat *domisili si brain*; 2) surat keterangan asal-usul *asal usul si brain, bukan dinosaurus*; 3) surat keterangan orangtua/wali; 4) surat pernyataan belum menikah; 5) salinan kartu keluarga; dan 6) salinan KTP. setelah dokumen ini saya pegang, selanjutnya giliran saya untuk mengurus dokumen kelengkapan pendaftaran nikah di KUA di wilayah tempat saya tinggal *kabupaten subang milik kuring, kuring nu nyaring ngajaring ---> penggalan lagu hymne subang*

okeh, here we go..


1. surat pengantar dari RT/RW

seperti namanya, surat ini tentu diperoleh dari RT komplek rumah saya. untuk mengefisienkan waktu, surat ini diurus oleh mama saya satu hari sebelum saya ke KUA. Kepala RT-nya tetangga belakang rumah saya dan merupakan suami dari Ibu Yulia, kepala sekolah SMA saya, sekaligus teman oom-nya si brain yang kerja di Diknas *oke, kayaknya ini gak penting*. apabila surat dari RT sudah di tangan, maka surat dari RW tidak terlalu diperlukan lagi. apalagi kalo kepala RW-nya orang sibuk macam kepala RW di komplek saya itu. pukul setengah tujuh pagi saya ketok pintu rumahnya, pak RW sudah tak ada di tempat. lain kali kalo milih kepala RW perhatikan kesibukan rutinnya ya.. *pesan moral tentang rukun berwarga dan bertetangga*

2. surat keterangan dari kelurahan

dan disinilah program perampokan dimulai. untuk semua surat pengantar yang saya peroleh *lihat no 2, 3, dan 4 dari daftar dokumen brain*, saya harus membayar limapuluh ribu rupiah! padahal gak banyak yang dikerjakan oleh si petugas, hanya mengisi formulir yang sebenarnya bisa saya lakukan sendiri. setelah formulir diisi kemudian ditandatangan oleh pak lurah *well, saya gak ketemu langsung sama pak lurah sih, tapi kata petugasnya, dokumen itu hanya boleh ditandatangan pak lurah, yang katanya (lagi) hari itu sedang ada di kantor*. sempat ada insiden kecil di kantor ini, dokumen-dokumen brain yang saya masukkan ke amplop plastik ternyata KETINGGALAN! syukurlah ada desi yang dengan sukarela balik lagi ke rumah unuk mengambil dokumen tersebut. kebiasaan emang...

3. pendaftaran nikah di KUA

program perampokan berlanjut. setelah menyerahkan semua dokumen dari kelurahan (plus salinan KK dan KTP saya), petugas yang melayani saya mencatat tanggal dan waktu rencana pelaksanaan akad nikah. awalnya saya pikir hal semacam ini berlaku sistem booking, karena siapa tahu sudah ada pasangan lain yang berniat menyelenggarakan akad nikah pada tanggal dan waktu yang sama. tapi sepertinya tidak. meski demikian, saya diminta mengecek kembali ke KUA paling lambat sehari sebelum hari-H. nah, apakah saya akan menuruti saran si petugas tersebut? tentu saja tidak! gimana coba kalo pas sehari sebelum hari-H gak ada penghulu yang available untuk menikahkan kami tanggal 26 juni 2010 jam 8 pagi??? mepet benerrr ngeceknya! karena itu, saya berniat untuk mengecek kembali paliiiiiing telat seminggu sebelum hari-H. atau untuk lebih amannya, SETIAP HARI akan saya 'teror' petugas tersebut via ponsel. nah lho, suruh siapa ngasi nomor hape ke saya?? :P

saya sudah menduga bahwa akan ada biaya administrasi yang harus dibayar di KUA. sebelum serah-serahan dokumen beres, si petugas menjelaskan pada saya mengenai tanda tangan amil yang tidak ada dalam surat pengantar kelurahan. setelah berbasa-basi menggunakan majas eufimisme, inti yang saya tangkap adalah: saya harus 'ngamplopin' buat sang amil karena saya sudah mendaftarkan nikah tanpa melewati prosedur amil. padahal yaaaahhh, pihak kelurahan juga gak menyuruh saya untuk menghubungi amil. tambahan lagi, petugas KUA sendiri yang bilang bahwa saat ini pengurusan nikah tidak harus melalui amil melainkan mengurus sendiri saja. tapi tapi tapiii, kenapa saya harus tetap 'membayar' amil??? nah karena saya gak mau ribet, akhirnya dicapai kesepakatan bahwa saya akan menitipkan 'amplop' buat sang amil via KUA, biar nanti amil-nya sendiri yang ngambil ke KUA. setelah kesepakatan pembayaran amil diperoleh, si petugas berkata pada saya, "biaya administrasinya jadi dua delapan, neng". oh, baiklah, segitu mah wajar, ujar saya dalam hati. berhubung gak ada limapuluhan ribu di dompet saya *rencananya saya akan membayar KUA 28 ribu dan ngamplopin amil 22 ribu, jadi kan pas 50 ribu tuh..*, akhirnya saya menyerahkan selembar ratusan ribu. eh anehnya, si petugas kok diem aja, gak segera memberikan kembalian 50 ribu pada saya. setelah beberapa detik kebingungan akhirnya saya beranikan untuk bertanya, "bu, dua delapan itu dua puluh delapan ribu atau....", belum selesai kalimat saya dengan reflek si petugas menyahut, "duaratus delapanpuluh ribu, neng...".

saya shock.

Tuhan....

kok mahal siiiiiiiiiiiiiiihhh??? aaaaarrrrggghhh!!!

dan adegan berikutnya adalah saya sibuk ngubek-ngubek dompet dan menyadari bahwa... duit saya KURANG!! *tepokjidatramerame*

aih aiiihhh...beneran dirampok saya.

akhirnya saya dan desi mohon izin pada petugas tersebut untuk narik duit dulu di ATM. desi berkelakar, baiknya di KUA sekalian aja disediakan mesin ATM, jadi gak usah jalan kaki ke pasar dulu hanya untuk nyari ATM. hadduuuuhhh.... >.<

begitulah, akhirnya saya membayar tigaratus tigapuluh ribu di KUA. duaratus delapanpuluh ribu untuk 'biaya administrasi', dan limapuluh ribu untuk 'ngamplopin' amil. ah iya, ditambah lagi limapuluh ribu dan sepuluhribu untuk mengurus dokumen di kelurahan. yang sepuluhribu terakhir juga ada ceritanya sendiri. jadi pas di KUA saya diminta untuk menandatangani surat pernyataan bermaterai *materainya harus saya beli sendiri* mengenai status perkawinan saya saat ini *jadi inget lagu: apakah kau masih gaaadiis, ataukah sudah jaaaandaaa..*. nah, surat pernyataan ini HARUS ditandatangani pula oleh pihak kelurahan. alhasil saya mesti balik lagi dongs ke kelurahaaaaann... setelah ditandatangani, petugas kelurahan bilang sama saya bahwa untuk surat ini biaya administrasinya beda lagi, "cuma sepuluh ribu kok, neng...". iiiiiiiihhh, ampun deh!!!

dodolnya, saya baru kepikiran soal kuitansi dalam perjalanan pulang dari KUA. tadinya saya berniat balik lagi ke KUA hari ini *saya ke KUA kemarin, sehari sebelum tulisan ini saya buat* untuk menyerahkan surat sepuluhribu itu sekaligus minta kuitansi. tapi karena desi mesti ke kampus, saya jadi males. ntar-ntar aja lah, lagian gak yakin juga bakalan dikasih, whew...

dasarnya emang saya gak pengen ribet, tapi bukan berarti saya gak boleh misuh-misuh kaaaaaaaann??

dan saya pun misuh-misuh ke haris -sahabat saya- via sms, ternyata biaya yang dia bayar di KUA Sukabumi lebih besar lagi. DELAPANRATUS RIBU RUPIAH! jengjeeeeeeeeeeenggg... jadi sebenernya berapa sih biaya resmi pendaftaran nikah ituuuu???

[eh kok jadi panjang gini ya tulisannya. kayaknya emang saya lagi gak mood nulis tapi mood banget buat ngomel-ngomel dan menceracau via tulisan, hehehe... brain, sabar yah :D]

dua orang berkomentar sama hari itu:
pantesan orang lebih milih nikah sirri daripada nikah resmi di KUA...

ohyeaaaaahhh...

komentar saya sih:
kalo kayak gini caranya, saya mending cukup sekali aja deh nikahnya...

fyuuuuhhhh....

::pinky, laginunggubraindateng::

Senin, 12 April 2010

...yes, we're engaged...

subang, 10 april 2010

a picture paints a thousand words, so let this picture talks...

[caption id="attachment_100" align="aligncenter" width="448" caption="yes, we\'re engaged... :)"]yes, we're engaged... :)[/caption]

*brain*
*dan sekarang saya menanti tanggal 26 juni*





PS. u look so much beautiful, pinky... :)

Senin, 29 Maret 2010

spontaneous idealist [versus] individualistic doer

Tipe Idealis Spontan

adalah orang-orang kreatif, periang, dan berpikiran terbuka. Mereka penuh humor dan menularkan semangat menikmati hidup. Antusiasme dan semangat mereka yang menyala-nyala menginspirasi orang lain dan menghanyutkan mereka. Mereka menikmati kebersamaan dengan orang lain dan sering memiliki intuisi yang jitu mengenai motivasi dan potensi orang lain. Tipe Idealis Spontan adalah pakar komunikasi dan penghibur berbakat yang sangat menyenangkan. Keriaan dan keragaman dijamin saat ada mereka. Namun demikian, kadang-kadang mereka terlalu impulsif saat berhubungan dengan orang lain dan dapat menyakiti orang tanpa bermaksud demikian, karena sifat mereka yang blak-blakan dan terkadang kritis.

Tipe kepribadian ini adalah pengamat yang tajam dan awas; mereka tidak akan ketinggalan satu kejadian pun di sekitar mereka. Dalam kasus ekstrem, mereka cenderung terlalu sensitif serta waspada berlebihan dan dalam hati siap melompat. Kehidupan bagi mereka adalah drama yang menggairahkan penuh keragaman emosi. Namun demikian, mereka cepat menjadi bosan ketika hal-hal terjadi berulang dan dibutuhkan terlalu banyak detail serta ketelitian. Kreativitas, daya khayal, dan orisinalitas mereka paling mudah dikenali ketika mengembangkan proyek atau ide baru – kemudian mereka menyerahkan seluruh pelaksanaan rincinya kepada orang lain. Secara singkat, tipe Idealis Spontan sangat bangga akan kemandiriannya, baik di dalam diri maupun yang tampak dari luar, dan tidak suka menerima peran bawahan. Oleh karena itu mereka memiliki masalah dengan hirarki dan otoritas.

Jika Anda memiliki tipe Idealis Spontan sebagai teman, Anda tidak akan pernah bosan; bersama mereka, Anda dapat menikmati kehidupan sebaik-baiknya dan merayakannya dengan pesta-pesta terbaik. Di saat bersamaan, mereka hangat, peka, penuh perhatian, dan selalu bersedia membantu. Jika seorang Idealis Spontan baru jatuh cinta, langit dipenuhi biola dan pasangan mereka akan dihujani perhatian dan kasih sayang. Tipe ini kemudian berlimpah dengan pesona, kelembutan, dan imajinasi. Namun, sayangnya, begitu kebaruan itu luntur dengan cepat akan membosankan bagi mereka. Kehidupan berpasangan sehari-hari yang membosankan tidak cocok untuk mereka sehingga banyak tipe Idealis Spontan keluar-masuk percintaan sesaat. Namun demikian, jika pasangannya bisa membuat rasa ingin tahu mereka tetap hidup dan tidak membiarkan rutinitas dan keakraban melanda, tipe Idealis Spontan dalam menjadi pasangan yang menginspirasi dan penuh kasih sayang.

Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: spontan, antusias, idealis, ekstrovert, teoritis, emosional, santai, ramah, optimis, memesona, suka membantu, mandiri, individualis, kreatif, dinamis, periang, humoris, penuh semangat hidup, imajinatif, mudah berubah, mudah menyesuaikan diri, setia, peka, menginspirasi, mudah bergaul, komunikatif, sulit ditebak, ingin tahu, terbuka, mudah tersinggung.

sementara itu...

Tipe Pelaku Individualistis

adalah orang-orang yang yakin akan diri sendiri dan sangat mandiri. Mereka orang-orang yang pendiam dan realistis, sangat rasional, dan sangat tegas. Mereka memelihara individualisme mereka dan senang menerapkan kemampuan mereka pada tugas-tugas baru. Namun mereka juga adalah orang-orang yang sangat spontan dan impulsif yang suka mengikuti inspirasi sekonyong-konyong mereka. Tipe Pelaku Individualistis adalah para pemerhati yang baik dan tajam yang menyerap segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka. Namun demikian, mereka tidak terlalu peka dalam hubungan antar manusia dan terkejut ketika sesekali membuat orang tersinggung dengan sikap blak-blakan dan lugas mereka. Mereka tidak terlalu menyukai kewajiban; namun jika Anda memberi mereka ruang, mereka adalah orang-orang yang sesungguhnya tidak rumit, mudah bergaul, dan periang.

Tipe Pelaku Individualistis menyukai tantangan – aksi dan hal-hal yang dianggap aneh adalah bagian dari kehidupan mereka. Mereka suka mencobai nasib dan banyak orang tipe ini memiliki hobi berisiko seperti skydiving atau bungee jumping. Ini juga berlaku pada kehidupan sehari-hari mereka. Tipe Pelaku Individualistis mampu mengatasi situasi-situasi kritis; mereka dapat menangkap situasi, membuat keputusan, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan sangat cepat. Hirarki dan otoritas tidak terlalu membuat mereka terkesan; jika seorang atasan tidak kompeten, mereka tidak akan terlalu menghormatinya. Tipe Pelaku Individualistis suka menerima tanggung jawab. Mereka memiliki kepekaan terhadap realitas yang menonjol dan selalu menemukan solusi yang paling tepat dan praktis untuk sebuah masalah. Mereka melerai konflik secara terbuka dan langsung; di sini, kadang-kadang mereka tidak terlalu peka namun mereka sendiri juga dapat menerima kritik dengan sangat baik.

Sebagai teman, tipe Pelaku Individualistis setia dan penuh pengabdian; mereka hanya memiliki beberapa hubungan pertemanan namun banyak di antaranya berlanjut seumur hidup. Orang senang berbicara dengan mereka karena sikap optimis mereka dalam memandang kehidupan dan kemampuan mereka untuk mendengarkan. Namun demikian, mereka lebih suka membicarakan minat dan hobi yang sama ketimbang isu-isu teoritis atau filosofis – hal-hal itu tidak cukup nyata bagi mereka. Mereka membutuhkan banyak kebebasan dan waktu bagi diri sendiri dalam hubungan asmara namun, pada saat bersamaan, mereka juga sangat toleran terhadap pasangan mereka. Sangat jarang tipe Pelaku Individualistis jatuh cinta hingga mabuk kepayang. Mereka terlalu rasional. Mereka lebih suka memilih pasangan berdasarkan kesamaan minat dan kegemaran yang ingin mereka bagi bersama pasangan tersebut. Tipe Pelaku Individualistis tidak terlalu menyukai emosi yang meletup-letup. Mereka lebih suka membuktikan cinta mereka dengan tindakan dan mengharapkan hal yang sama dari pasangan mereka. Barangsiapa berharap mengikat diri dengan seorang Pelaku Individualistis membutuhkan banyak kesabaran. Butuh beberapa saat sebelum tipe kepribadian ini bersedia terlibat dengan orang lain.

Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: introvert, praktis, logis, spontan, suka berpetualang, memiliki tekad, mandiri, berani, setia, analitis, realistis, optimis, tertarik, tidak banyak bicara, ingin tahu, hati-hati, individualis, menyukai aksi, menyukai hal-hal baru, tenang, rasional, pendiam, trampil, percaya diri, komunikatif, rendah hati.

jadi?? :D

::pinky, bangga gitu jadi individualis-

Minggu, 28 Maret 2010

Rabu, 24 Maret 2010

rumahkami


tidak besar, namun lapang.

kami sudah sepakat, tidak akan ada televisi di dalamnya. dia rela kehilangan kesempatan mengikuti sinetron favoritnya: cinta fitri.

pemandangannya indah, menyejukkan mata. bukit kapur di kejauhan, menara mesjid mengintip dari rimbunnya pepohonan.

greatest view *lebay


rumahkami akan jadi madrasah. rumahkami akan jadi tempat kembali. rumahkami memberikan ketenangan hati.


it's more than a house, it's gonna be our home...


::brain::



PS. akadnya kapan yah? *rumah, bukan nikah*

Selasa, 23 Maret 2010

hujan kemarin sore

kemarin hujan turun deras. sangat deras. disertai angin, sampai-sampai motor yang dikemudikan si brain sempat oleng *itu juga kata yang nyetir sih, yang dibonceng mah gak kliatan apa-apa*

dan saya pun akhirnya tak bisa menghindarkan diri dari siraman air hujan. basah kuyup. di depan komplek perumdos kami berhenti sejenak karena air terlalu tinggi untuk dilewati. hujan sore itu benar-benar menggila. dan saya pun mulai menggigil kedinginan.

hingga akhirnya kami tiba di rumah seorang sahabat. mengantar bakso pesanan, dilanjutkan dengan obrolan santai berteman kopi hangat. berkali-kali kami tertawa bersama. perlahan rasa hangat menyelusup, tidak hanya ke dalam tubuh, tapi juga ke dalam hati. sesaat saya bisa melupakan 'siksaan' hujan yang saya alami beberapa saat sebelumnya.

pulang ke rumah, saya dan brain janjian makan soto ba'da sholat maghrib. agak tak sabar menanti adzan karena terbayang nikmat dan hangatnya kuah soto.

sambil menunggu adzan, saya menyempatkan diri membaca kembali sekaligus menghapus beberapa pesan dari kotak masuk ponsel *kapasitas kotak masuk saya tidak seheboh punya si brain yang bisa menampung ribuan pesan, mau gak mau saya mesti rajin menghapus pesan-pesan yang sudah terbaca*. tiba-tiba satu pesan menyita perhatian saya, bahkan hingga tiba waktu sholat, perasaan saya makin campuraduk gara-gara pesan itu. tergetar, saya beranikan diri untuk mem-foward pesan tersebut ke lima teman. ya, hanya lima. setelah itu saya beranjak mendirikan sholat.

di penghujung sholat saya tergugu, sehebat apapun hujan yang terjadi hari ini ternyata masih belum apa-apa. pesan itu mengingatkan saya, bahwa nun di belahan bumi sana ada yang lebih menderita daripada saya. tak hanya hujan air yang mereka alami, tapi hujan mesiu. dan bagaimanakah mereka berlindung dari hujan yang demikian itu? sesaat setelah hujan, saya bisa tertawa lepas dan bergembira bersama orang-orang yang saya sayangi, tapi mereka? bagaimana mereka bisa tertawa sedangkan orang-orang yang mereka cintai justru terbaring kaku bersimbah darah sesaat setelah hujan mesiu mereda? sesaat setelah hujan lebat kemarin sore, saya masih bisa menikmati makan malam saya yang hangat dan lezat, sedang mereka? apa yang mereka makan? cukupkah kualitas dan kuantitasnya? bisakah mereka menikmati santapan mereka dengan damai?

tiba-tiba saja saya merasa diserbu jutaan rasa bersalah. saya melupakan mereka. munasharah kemarin saya lewatkan, belum ada sekelumit pun yang saya infakkan untuk mereka sampai detik ini, pun belum ada doa yang khusus saya panjatkan untuk mereka. dan saya tak kuasa menahan sesal. Rabb, ampuni saya...

di tengah teriknya lapangan monas
Ya Allah, sebagaimana Engkau pernah menghantar burung-burung ababil menghancurkan tentara bergajah musyrikin, maka kami memohon kepada-Mu ya Allah, turunkanlah bantuan-Mu pada orang-orang Islam di Palestina, hancurkanlah rezim zionis sedahsyat-dahsyatnya...Aamiin...

sepotong doa singkat di atas *disampaikan via sms oleh salah seorang senior saya di bumi nanggroe sana* sudah saya teruskan ke beberapa kawan. saya berharap pesan itu akan diteruskan lagi ke banyak orang, hingga semakin banyak pula orang yang berdoa untuk muslimin Palestina.

saya bahkan tak berani berharap doa singkat saya akan menjelma menjadi batu-batu yang menghancurkan para zionis. namun saya bertekad, mulai hari ini saya mencoba sekuat tenaga untuk menyelipkan doa bagi muslimin Palestina dalam doa-doa harian saya. semoga Allah berkenan mendengarnya, atau paling tidak, Ia berkenan menurunkan hujan deras lagi untuk sekedar mengingatkan saya...

::pinky::

PS. tadinya mau aplod di multiply juga, tapi keburu males ngeditnya..

Senin, 22 Maret 2010

[the precious]

[caption id="attachment_60" align="alignnone" width="225" caption="the precious "]mariana 'ina' sumarna[/caption]

hari ini kita gak sempat chatting, tapi saya berharap semoga ia baik-baik saja, bahagia, dan bisa tidur nyenyak di sela jam kerjanya yang abnormal ituh...

can't wait to see her tomorrow...and give her one tight hug *mudah-mudahan dia gak kabur, hehe...*

::pinky::

PS. hei, brain. tema blog-nya diganti yah, biar rada cerah gituh. bagus gak? :D

Senin, 01 Februari 2010

...lama...

lama tidak mampir dan menulis di sini.

sibuk? jelas. begitu banyak hal yang harus diselesaikan. 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30-31 hari dalam sebulan (28 hari kalo februari, 29 hari di tahun kabisat *ga penting*), selalu cukup untuk menyelesaikan semua tantangan yang ada.

but i think i need some TRAVELLING right now!! :D

*brain, pengen-menyalurkan-energi-ekstra*

Selasa, 05 Januari 2010

tips menghadap bigboss

tips mengenai memikat calon mertua dapat dengan mudah didapatkan di manapun. namun tips di bawah ini bersifat sangat personal dan tidak dapat dipertanggungjawabkan keampuhannya.

have a fun and safe reading!! :)

  • dekati adik (atau siapapun) yang bisa memberikan anda rute menuju rumah sang bigboss. tentu saja sebelum itu pastikan orang itu merestui niat anda menikahi si dia. anda tentu tidak ingin terbangun dan sadar bahwa anda ada di kota Sabang, sementara anda seharusnya ada di Subang.

  • mintalah kisi2 kepada si dia atau orang dekatnya mengenai pertanyaan apa saja yang sekiranya akan diajukan oleh sang bigboss. buatlah catatan terperinci mengenai poin2 tersebut, latihlah diri anda untuk menjawabnya. apabila dirasa perlu, silakan gunakan metode jembatan keledai untuk menghapalnya. bagaimanapun, siapkan diri anda untuk pertanyaan2 tidak terduga. oleh karena itu, seminggu sebelum keberangkatan, rajinlah membaca Buku Pintar Seri Senior karya Iwan Gayo atau RPUL.

  • datang dengan teman dekat tidak ada salahnya, namun datang sendiri tentu akan memberikan kesan anda adalah orang yang berani menempuh risiko, dan itu seharusnya menjadi nilai tambah.

  • bawalah oleh2 sekedarnya. roti unyil venus atau brownies kukus amanda adalah pilihan yang wajar. roti buaya (apalagi komplit dengan ondel2nya) sepertinya terlalu berlebihan, sementara kebab berpotensi anda (baca: SAYA) habiskan sendiri  sebelum anda (baca: SAYA) sampai ke tempat tujuan.

  • bath kit dan pakaian ekstra akan sangat membantu anda untuk tampil lebih representatif di depan bigboss. setelah anda turun dari bis (atau pesawat. atau kereta. atau delman. whatever it is...) maka toilet adalah tempat pertama yang sebaiknya anda cari.

  • berbincanglah dengan orang lokal. kadang mereka bisa membantu anda mencapai lokasi dengan cara yang lebih efektif dan efisien, tentu saja apabila anda menanyakan pertanyaan yang tepat. apabila anda kebetulan bertanya kepada tukang ojek, bersikaplah seakan2 anda sudah tahu cara mencapai lokasi, dan anda hanya sedang mencari alternatif transport ke sana. hal ini sangat penting untuk menaikkan posisi tawar anda di depan tukang ojek tsb.

  • apabila anda memilih untuk naik ojek, pilihlah tukang ojek yang memiliki motor dengan rem yang berfungsi baik. hal ini berguna untuk mencegah motor menabrak anak kecil yang menyeberang jalan tanpa melihat kiri-kanan terlebih dahulu.


istirahatkan dahulu mata anda. pejamkan selama 34 detik. ya, silakan lanjutkaaaan...

  • saat kali pertama bertemu bigboss laki2, jangan langsung mencium tangannya. jabatlah tangannya dengan kuat, namun tetap munculkan kesan ramah dan sportif, seperti layaknya dua kapten tim sepakbola yang akan bertanding di final kejuaraan antarkampung.

  • basabasi adalah hal yang penting, namun usahakan jangan sampai berlebihan. basabasi yang cukup = ramahtamah, sedangkan basabasi berlebihan = basabasibusuk. :D

  • sebagaimana orangtua lainnya, bigboss akan sangat senang apabila kita mau mendengarkan pengalaman2 masa muda mereka dulu. bagaimana kedua bigboss bertemu, berproses menuju pernikahan, dan berjuang di masa2 awal pernikahan.

  • usahakan tiba di lokasi menjelang waktu shalat. berwudhu dan shalat bisa memberikan ketenangan sebelum anda menyampaikan maksud anda untuk 'meminta' anak mereka. bagaimanapun, saya tidak merekomendasikan anda tiba dan menggedor rumah bigboss menjelang waktu shalat subuh.


bagaimana? mungkin sampai titik ini, anda akan merasa sedikit lelah. sejenak beristirahat, buka tab baru di browser anda, lalu meluncurlah ke sini: CHIBI SOCCER PLAYER TEES.  SELAMAT BERBELANJA!! :)

selanjutnya...

  • apabila tiba waktunya, maka sampaikanlah 'permintaan' anda kepada bigboss dengan suara yang rendah, namun dengan nada yakin. menunjukkan sedikit sikap gugup tidak ada salahnya, karena itu menunjukkan anda baru pertama kali melakukan hal tersebut. sikap yang terlalu tenang malah akan menimbulkan kesan bahwa 'melamar-seseorang' adalah hal yang SERING anda lakukan.

  • menyampaikan 'permintaan' dengan suara rendah juga akan mencegah orang lain mencuri dengar dari dalam kamarnya. (ket: oranglain = adik si dia yg telah mematikan AC untuk mengurangi noise dan menempelkan kupingnya ke tembok)

  • satu hal yang tidak kalah penting adalah BE YOURSELF. kalau anda biasa memakai jeans serta tshirt atau kaos polo, tidak usah memaksakan diri mengenakan jas tuxedo lengkap dengan pantofelnya. dan meskipun bigboss tinggal di kota nanas, menggunakan kostum nanas bukanlah pilihan yang bijak karena akan menghambat mobilitas (dengan alasan mobilitas, kostum cheetah akan lebih baik).

  • makan dalam porsi besar bukanlah hal yang memalukan, maka apabila bigboss mengajak anda makan, tidak usah menahan diri. makanlah seperti biasa. bigboss tidak akan merasa nyaman dengan anda, sampai anda merasa nyaman dengan diri anda sendiri.


sebetulnya masih banyak lagi tips dan trik yang bisa saya bagi. tapi biarlah poin2 penting lainnya saya ungkap di lain kesempatan. sebelum anda mencoba trik2 yang saya tuliskan di atas, sekali lagi saya mengingatkan: SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB APABILA SANG BIGBOSS TERPESONA PADA ANDA DAN MEMINTA ANDA UNTUK SEGERA MENIKAHI ANAKNYA. :D

:::brain, sedangmemikirkancaramenaklukkanhatiseorangnenek:::