Selasa, 08 Desember 2009

dan...hasilnya...

bagaimanapun dia harus bisa meyakinkan dua bos besar sayah ituh, bahwa nantinya saya akan berada di ‘tangan’ yang tepat :)

mudah-mudahan ini bukan perkara rumit, karena saya sendiri sudah merasa cukup mantap, sehingga semestinya saya bisa menularkan perasaan mantap itu ke kedua bos. mereka (tentunya) meminta dia untuk datang dan memperkenalkan diri. saya sarankan, gimana kalo saya gak ikut aja, siapa tahu dengan cara seperti itu proses ngobral-ngobrolnya jadi lebih rileks *maksudnya saya-nya yang rileks, hehe*

secara umum alhamdulillah belum nemu hambatan berarti. hanya sedikit pesimis soal rencana-bulan-mei karena menurut mereka bulan mei terlalu mepet. ternyata persiapannya itu ribeeeeeeeeettt…bener! setelah dia menemui orang tua saya, selanjutnya adalah dia datang lagi bersama orang tuanya untuk bersepakat masalah tanggal eksekusi. kemudian, giliran orang tua saya yang melakukan ‘kunjungan keliling’, terutama ke saudara-saudara yang lebih tua, dalam rangka sounding soal rencana hajatannya. nah, ini artinya kan bakal makan waktu lagi…setelah itu tentunya dilanjut dengan rapat keluarga *masih belom kebayang kayak gimana, secara jaraknya jauh-jauhan gitu*. setelah proses lobbying selesai, barulah urusan beranjak makin ribet: mencari (sekaligus ngetek) gedung, berburu bahan untuk seragam keluarga *btw kok tadi gak disinggung-singgung soal berburu bahan untuk aktor dan aktris utama-nya ya??*, berburu tukang rias yang oke punya, rapat sama tetangga kanan-kiri-depan-belakang rumah, dan mungkin banyak lagi hal-hal yang belum terbayang oleh saya tapi pasti gak kalah ribet. semua itu sukses membuat saya bengong mendadak, trus ngelamun, dan akhirnya merasa hopeless…Tuhaaaaan, ternyata beneran ribeeeeett, huahuahuahuaaa..

sebenernya saya pengen banget ngeluh-ngeluh sama dia-nya, hanya untuk relieving aja. kalau bicara soal ‘the right time’, jujur saya gak terlalu yakin kapankah saat yang dikatakan benar-benar tepat itu. meskipun sekarang kondisinya adalah saya lagi hectic banget sama tugas kuliah, kerjaan, dan urusan pindah kost, saya tetap merasa bahwa ini bukanlah waktu yang tidak-tepat untuk menjadi awal segala ‘kericuhan’ ini. tergantung kita menyikapinya aja kan? seperti yang saya bilang pada nia: saya hanya tidak ingin kehilangan kesempatan.

besok-besok mungkin segalanya akan lebih berat lagi. semoga saya (dan dia) bisa melewatinya dengan gemilang *kayak mau tanding bola aja*

[pinky]

3 komentar:

  1. tadinya fahmi juga pikir ini akan sederhana. tapi setelah ngbahas sedikit ttg masalah teknis sama ibu, sepertinya memang akan lebih 'seru' dari yang fahmi perkirakan sebelumnya.

    instead of waiting for the right time, let's focusing on the right thing to do.

    dengan niat yang lempeng, insya4JJ1, kita akan bisa melewati ini dengan gilanggemilanggegapgempita. :D

    cheers,
    brain

    NB: udah izin ama ulhie belom utk pake nickname itu? :p

    BalasHapus
  2. belom izin uli sih, wong bikinnya juga spontan dan yang terlintas di kepala kebetulan nama itu, hehehe...apa mau diganti jadi tuyul dan mbak yul? :D

    BalasHapus
  3. yaaa kalo situh mau jadi tuyulnya siy gapapa juga. :D

    BalasHapus